Berita - Universitas Muhammadiyah Surabaya

Artikel

Perubahan Karakter Manusia oleh Hasil Perkembangan Teknologi

  • Di Publikasikan Pada: 11 Sep 2019
  • Oleh: Admin

UM Surabaya- (11/09) Masa ta'aruf mahasiswa memasuki hari kedua. Hari ini dilaksanakannya pengenalan lebih dalam tentang IMM kepada mahasiswa baru. Pukul 13.00 seluruh mahasiswa baru yang berjumlah lebih dari 2000 melakukan aksi orasi di depan gerbang masuk UM Surabaya. Bersama dengan seluruh panitia mereka dengan lantang menyanyikan lagu buruh tani. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk menyuarakan suara masyarakat yang tidak didengar oleh pemerintah.  Tertulis dari kain yang dibawa oleh mahasiswa baru fakultas teknik, "Jangan Bungkam Suara Mahasiswa".

Setelah acara aksi orasi selesai tepat pukul 14.15 acara dilanjutkan dengan diskusi oleh bapak Iqbal Adi Dariyono. Diskusi tersebut mengangkat tema "Peran IMM Sebagai Kader di Era Digital". Pak Iqbal menerangkan bahwa Muhammadiyah cenderung tertinggal dalam era digital, karena itu dibutuhkannya mahasiswa berkualitas guna untuk menyikapinya. Di era yang serba mudah saat ini garis besar yang dilupakan oleh masyarakat adalah bahwa manusia menciptakan alat tapi akhirnya alatlah yang menciptakan manusia. Hal itu sangat menohok, aplikasi-aplikasi seperti game dan ecomers sebetulnya buatan manusia. Tujuannya adalah memberikan hiburan juga mempermudah segala sesuatu; contohnya belanja online. Tapi kenyataannya manusia terlalu nyaman dengan situasi seperti ini. Perkembangan teknologi pada akhirnya merubah karakter manusia terutama anak muda secara keseluruhan.

Bapak yang menempuh pendidikan Sastra Jepang di Universitas Gajahmada ini membagikan kejadian nyata yang bisa menjadi bukti konkret bahwa sebenarnya teknologi  dapat merubah karakter manusia. Satu tahun lalu tepatnya ketika beliau ingin mendatangi sebuah tempat dan beliau belum tau jelas alamatnya, beliau menggunakan teknologi baru di handphone berupa share location. Jelas hal itu memudahkannya untuk menemukan alamat yang ia cari. Akan tetapi, beliau memahami bahwa dengan adanya teknologi yang sangat membantu ini secara otomatis dapat membuat manusia menghilangkan komunikasi. Andaikata tidak ada teknologi share location, manusia bisa memanfaatkan tubuhnya untuk bertanya kepada orang sekitar. Secara tidak langsung canggihnya teknologi menjadikan manusia sebagai mahkluk yang individu.

Selain membuat manusia menjadi apatis, kemajuan teknologi membuat migrasi media cetak ke media digital. Media cetak yang dulunya selalu ramai dikunjungi saat ini manusia lebih tertarik kepala media digital karena mudah sekali untuk mengakses. Masyarakat di masa transisi media sosial sudah terobsesi dengan kecepatan, mudah menebar sesuatu yang berbau hoax, dan suka menebar kebencian. Sangat disayangkan jika generasi muda banjir akan informasi tetapi tidak memikirkan apakah informasi tersebut failed atau tidak. Realita membingungkannya adalah bahwa "media sosial merampok hidup kita tetapi dengan media sosial yang sulit bersapa akan mudah terhubung". 

Indonesia memiliki peringkat pengetahuan 60 dari 61 negara akan tetapi memiliki peringkat 3 teratas sedunia dalam penggunaan sosial media. Sebagai mahasiswa yang akan dinaungi Muhammadiyah, aktif IMM bukan hanya ajang untuk bergaya saja tetapi mampu memahami masyarakat secara utuh, tidak mudah emosional, dan jangan pernah tunduk kepada media sosial, daya kritis akan didapatkan ketika anda turun langsung ke lapangan-ujar Iqbal sebagai penutup diskusi. (Asy)