Berita - Universitas Muhammadiyah Surabaya

Artikel

OPTIMALKAN BUKU KIA IBU HAMIL MASA PANDEMI COVID-19

  • Di Publikasikan Pada: 16 Aug 2020
  • Oleh: Admin

Oleh : Nova Elok Mardliyana, S.ST., M.Kebd*

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 sedang menjadi wabah hampir diseluruh dunia sejak akhir tahun 2019 dan telah ditetapkan sebagai bencana nasionl non alam. Dengan adanya situasi pandemic covid-19 diperkirakan akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi baru lahir. Banyak pembatasan hampir disemua layanan masyarakat termasuk pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Pasien akan menjadi takut datang ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan rutin kehamilan, imunisasi dan pelayanan KB (Keluarga Berencana). Bahkan beberapa pelayanan seperti kelas ibu hamil, senam hamil, posyandu ditiadakan karena dapat menimbulkan kerumunan dan belum siapnya layanan kesehatan baik dari tenaga, sarana prasarana termasuk APD (Alat Pelindung Diri).

Selama masa pandemi covid-19 kesehatan ibu hamil menjadi sangat penting karena pada saat hamil sistem kekebalan tubuh menurun sehingga menjadi lebih rentan terjadi infeksi. Selain itu adanya perubahan hormonal menyebabkan kondisi psikologis ibu menurun dapat meningkatkan kecemasan dan ketakutan menghadapi pandemic covid-19. Beberapa upaya pencegahan umum yang dapat dilakukan oleh ibu hamil sesuai dengan rekomendasi Kementrian Kesehatan RI (Republik Indonesia) yaitu dengan berperilaku hidup sehat (cuci tangan, konsumsi makanan bergizi seimbang), menggunakan masker, jaga jarak, menghindari kontak dengan hewan seperti kelelawar, tikus, musang atau hewan lain yang diduga pembawa covid-19, dan hindari berpergian ke daerah terjangkit covid-19.

Pemeriksaan kehamilan tetap diperlukan untuk memantau kesehatan ibu hamil dan janin serta skrining factor risiko covid-19 termasuk PPIA (Program Pencegahan Penularan HIV, sifilis dan Hepatitis B dari Ibu ke anak). Pemeriksaan kehamilan tetap dilakukan oleh tenaga kesehatan baik dokter maupun bidan di fasilitas pelayanan kesehatan dengan membuat perjanjian terlebih dahulu melalui online untuk menghindari antrian yang lama. Untuk pemantauan kesehatan ibu hamil baik untuk tenaga kesehatan maupun ibu hamil secara mandiri, dokter atau bidan dapat memberikan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) pada ibu hamil. Buku KIA dapat dibawa ibu pulang untuk dipelajari dirumah dan harus dibawa setiap periksa untuk memudahkan dokumentasi asuhan.

Buku KIA merupakan alat komunikasi dan media informasi yang diperlukan baik bagi ibu hamil maupun tenaga kesehatan terutama pada masa pandemi covid-19. Ibu hamil dapat mempelajari berbagai informasi kesehatan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari karena buku KIA mudah dipahami. Informasi kesehatan yang bisa didapatkan dari buku KIA yaitu pola menu gizi seimbang, pola istirahat, perawatan kebersihan, aktivitas fisik, persiapan bersalin, tanda bahaya ibu hamil. Jika ibu hamil mengalami keluhan atau tanda bahaya, ibu hamil harus segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan mempelajari buku KIA ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang perilaku hidup sehat sehingga dapat meminialisir resiko penularan covid-19 pada ibu hamil dan janin.

 

*Dosen Program Studi S-1 Kebidanan FIK Universitas Muhammadiyah Surabaya