Berita - Universitas Muhammadiyah Surabaya

Artikel

Membangun Emosi Positif masa Covid-19

  • Di Publikasikan Pada: 13 Jun 2020
  • Oleh: Admin

Emosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. Emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian. Emosi dapat ditunjukkan ketika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu. Emosi ini ada yang positif dan negataif. Dalam hal ini saya tidak banyak bicara tentang emosi negatif, karena hal ini sangat membuat manusia itu lelah dan tidak berdaya menyambut dunia baru.

 

Sebagaimana dilansir dari Psychology Today, merasakan emosi positif menjadikan kita lebih sehat secara fisik dan mental. Merasakannya bersama orang lain juga akan menumbuhkan rasa percaya dan welas asih. Emosi positif juga akan menjauhkan manusia dari stres. Sejauh ini, perasaan bahagia merupakan emosi yang paling sering dibicarakan dan dikenal. Namun, sebenarnya terdapat beragam emosi positif lain yang merupakan nuansa dari perasaan bahagia.

Bagaimana cara kita membangun Emosi yang Positif ? Ada 3 langkah, yaitu : melihat Masa Lalu, melihat Masa Kini, melihat Masa Depan

 

Melihat Masa Lalu

Ada tulisan “masa lalu biarlah berlalu”. Iya memang benar tulisan ini. Memang masa lalu itu jangan terlalu lama kita pikirkan, kalau terlalu lama, kita tidak bisa segera move on.

Lalu apakah masa lalu masih bisa digunakan untuk membangun emosi positif ? Caranya dengan mengucap rasa syukur. Menurut para ahli psikologi positif, hal yang dapat dilakukan adalah menuliskan hal-hal yang telah dilakukan. Tulislah setiap malam setelah sholat Isya, 3 hal yang telah kita lakukan hari ini. Setelah itu ucapkan, “Alhamdulillah kita telah melakukan ..........” Hal ini harus di tulis tidak bisa tidak. Karena emosi positif tidak bisa dibangun dengan membayangkan. Kekuatannya adalah mengkomunikasi dengan otak kita, dengan raga kita. Supaya persepsi antar organ tubuh kita sama.  Lalukan hal ini setiap hari, ini bisa membuat kita memiliki perasaan positif dan sikap positif keesokan harinya. Kita akan menjadi manusia yang mudah bersyukur dan tidak mudah mengeluh.

 

Melihat Masa Kini

Ini dapat dilakukan dengan mindfullness. Apa itu mindfullness ? Secara singkat dapat dikatakan merilekskan otak kita sehingga kita dapat fokus dengan kehidupan kita saat ini. Ini sangat berguna untuk mengurangi pemikiran negatif dan emosi negatif kita.

Dalam agama Islam teknik ini dapat dilakukan dengan sholat. Selama sholat kita rileks dan fokus dengan doa yang sedang kita baca. Tips supaya tidak kemana-kemana otak / pikiran saat kita sholat, diharapkan membaca doa tersebut secara berbunyi (namun pelan). Atau memperbanyak membaca istigfar, memperbanyak menyebut nama Allah SWT.

Hal ini sangat membantu kita untuk fokus. Kita merasakan setiap doa yang kita bacakan.

Hal ini sangat membantu mengurangi emosi negatif kita, merubahnya menjadi emosi positif dalam diri kita.

 

Melihat Masa Depan

Sebagai orang yang optimis, dia akan melihat situasi ini sebagai batu loncatan kedepan dengan lebih baik.

Ada harapan “Hope” yang ia jadikan fokus dan tujuan di masa depan. Ia mampu melihat dengan cermat apa yang bisa ia terapkan dengan kemampuannya dimasa depan. Hal apa yang harus ia siapkan untuk bisa mencapai itu semua.

Dalam hal ini ada kemauan dalam dirinya untuk terus belajar dan berkembang. Tidak perlu mengeluh sepanjang masa. Karena baginya masa depan yang akan ia hadapi perlu ia persiapkan. Mempersiapkan diri dengan membuat goal-goal kecil sebagai langkah untuk menuju goal dimasa depan. Masa Indonesia Baru.

 

Penulis: Marini, M.Psi, Psikolog

Dosen Fakultas Psikologi UMSUrabaya