Berita - Universitas Muhammadiyah Surabaya

Artikel

Literasi; Solusi Menghadapi Era Revolusi 4.0

  • Di Publikasikan Pada: 04 Sep 2019
  • Oleh: Admin

Surabaya — Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Surabaya melangsungkan agenda tahunan rapat kerja pada tanggal 4 September 2019 bertempat di premier hotel Santika. Berlangsungnya kegiatan tersebut juga diadakan kegiatan workshop pengembangan kurikulum 4.0 yang diisi oleh Rai Rake Setyawan, S.E., GDBus.I.S,M.S.A.,H.D dengan mengangkat tema menata kurikulum untuk abad 21.

Saat ini, pengacuan kurikulum yang telah disepakati adalah perguruan tinggi dalam menyusun kurikulum atau pengembangan kurikulum wajib mengacu pada peraturan presiden nomor 08 tahun 2012 tentang kerangka kualifikasi nasional Indonesia dan permenristekdikti nomor 44 tahun 2015. Untuk tantangannya sendiri, yang perlu dihadapi oleh perguruan tinggi dalam pengembangan kurikulum di era revolusi industri 4.0 adalah menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan literasi baru meliputi data, literasi teknologi, dan literasi manusia yang berakhlak mulia berdasarkan pemahaman keyakinan agama. Dengan tantangan seperti itu, perguruan tinggi perlu melakukan reorientasi pengembangan kurikulum yang mampu menjawab rintangan tersebut.

Workshop ini bertujuan untuk memecahkan rintangan tersebut, mencari cara agar penataan kurikulum lebih efektif dan efisien. Untuk menciptakan literasi baru menghadapi revolusi industri 4.0 dibutuhkan cara untuk meyakinkan mahasiswa bahwa literasi baru ini akan membuat mereka kompetitif. 3 hal penting yang harus diubah untuk menciptakan literasi baru adalah: literasi data (kemampuan untuk membaca, analisis, dan menggunakan informasi), literasi teknologi (memahami cara kerja mesin, dan aplikasi teknologi), terakhir literasi manusia yang mencakup humanities, komunikasi, dan design.

Bagi Rai Reke Setyawan memperbaiki literasi baru, dan teknologi adalah hal mudah dimana ilmu-ilmu tetap didalamnya bisa dipelajari. Sedangkan point tersulit terletak pada bagian perubahan literasi pada manusia. Untuk mencapai hal tersebut Universitas perlu mencari metode untuk mengembangkan kapasitas kongkrit mahasiswa seperti higher order mental skills, berpikir kritis, dan sistematik amat penting untuk bertahan di era revolusi industri 4.0. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan kualitas literasi manusia yang baru adalah keterampilan, kelincahan, dan kematangan budaya serta enterpreneurship. Tiga hal tersebut merupakan kapasitas dasar yang harus dimiliki oleh mahasiswa.

Berdasarkan konsensus para ahli di world economic forum 2017, dinyatakan bahwa tidak ada satupun keterampilan atau bidang keahlian yang mungkin dapat bertahan dalam perekonomian masa depan. Institusi pendidikan perlu menyediakan pengetahuan subjek dan kemampuan untuk membuat hubungan antar disiplin dengan inovasi pendidikan untuk mengubah cara bahan pendidikan yang dihasilkan, cara dimana konten pendidikan didistribusikan, cara mahasiswa terlibat dalam bahan perkuliahan, dan proses yang digunakan untuk mengevaluasi hasil pendidikan.

"Dengan diterapkannya inovasi pendidikan memungkinkan orang untuk menjadi cukup fleksibel dalam beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pasar kerja.," Ujar Rai Reke. (asy)