Berita - Universitas Muhammadiyah Surabaya

Artikel

Donasi Mainan Edukatif Anak untuk Korban Gempa Lombok.

  • Di Publikasikan Pada: 13 Aug 2018
  • Oleh: Admin

Gempa bumi yang terjadi di Lomba Utara, NTB pada hari minggu kemarin, 5 Agustus 2018, membuat masyakarat Indonesia berduka dan prihatin pada masyakat yang terkena langsung dampak dari gempa tersebut. Berdasarkan data yang telah diliris oleh Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) setidaknya telah ditemukan 91 korban jiwa oleh peristiwa tersebut. Berangkat dari hal tersebut, Universitas Muhammadiyah Surabaya, di sela-sela agenda bertajuk The 3rd Progressive and Fun Educaional International yang mana acara tersebut mengundang beberapa pembicara mulai dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr Muhajir Efendi, MAP, Dirjen Pembelajaran Kemenristek Dikti, beberapa dosen dari kampus di Malaysia dan tokoh-tokoh nasional di bidang pendidikan.

 

Donasi permainan edukatif ini merupakan bagian rasa duta mendalam kita. Melalui seminar internsional tersebut, kami menghimpun beberapa produk inovasi sederhana dengan harapan mampu membantu korban, terutama anak-anak. Beberapa produk yang kami siapkan diantaranya : DORATIC (Media berbasis audio visual yang digunakan untuk anak penyandang tunagrahit) MEDIA SCRAP BOOK (Media bahan ajar kreatif digunakan dalam cerita ber-edisi dengan berbagai macam cerita bergambar) SIBAK (Sebuah inovasi media pembelajaran Bahasa Inggris yang ditujukan kepada anak usia 5 - 6 tahun untuk memudahkan mereka mengingat kosakata bahasa Inggris) SMART DOFI (Media untuk mencegah pelecehan seksual pada anak) SI MADE IN INDONESIA (Media pemelajaran rumus matematika yang unik dan kreatif) MART BOX EDUCATION (sebuah alat permainan edukatif yang berfungsi untuk mengembangkan semua aspek pada Anak Usia Dini) KAPAL PERKALIAN (sebuah media pembelajaran yang dibuat dari bahan daur ulang kerang dibentuk menjadi kapal perkalian). NELIDA (Boneka Limbah Cerdas) sebuah media pembelajaran berupa teater boneka untuk memberikan edukasi mengenai pendidikan dan penyimpangan seksual pada anak di Sekolah Dasar)

 

 

Endah Hendarwati. M.Pd Dekan FKIP UMSurabaya mengungkapkan bahwa melalui seminar ini kami ingin menggalang dana dan mainan edukatif untuk korban gempa di Lombok. Kami sengaja fokus pada pemulihan psikologis anak dan kami akan berkordinasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Canter (MDMC) terkait penyerahan bantuan dan mainan. Kalaupun memang dibutuhkan, kami juga akan mengirim para mahasiswa kesana untuk ikut terlibat langsung dalam aksi sosial. Melalui inovasi pembelajaran yang dibuat mahasiswa kami berkeinginan memberi kontribusi pada proses pemulihan psikologis anak dan bantuan alat agar anak-anak korban gempa tetap bisa belajar.[red][foto:ali masduki]