Berita - Universitas Muhammadiyah Surabaya

Artikel

MEMBENTUK KARAKTER SISWA DIMASA PANDEMI COVID-19

  • Di Publikasikan Pada: 16 Aug 2020
  • Oleh: Admin

Oleh : Gusmaniarti, M.Pd*

 

Tahun ajaran 2020-2021 sudah di mulai. Berdasarkan hasil pertemuan secara virtual yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Komisi X DPR RI, telah diumumkan adanya  rencana penyusunan Keputusan Bersama Empat Kementerian tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) guna mempersiapkan satuan pendidikan saat menjalani masa kebiasaan baru.  Mas menteri Nadim Makarim  menyampaikan “Tahun ajaran baru  di mulai pada bulan Juli, “Prinsip dikeluarkannya kebijakan pendidikan di masa Pandemi Covid-19 adalah dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan siswa, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat.”. Berkaitan dengan terselenggaranya tahun ajaran baru maka keluarlah Surat Edaran Mendikbud  Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19). Surat Edaran No. 4 tahun 2020 di keluarkan Berkenaan dengan penyebaran Corona virus Disease (Covid-19) yang semakin meningkat maka pemerintah mengutamakan kesehatan lahir dan batin siswa, guru, kepala sekolah dan seluruh warga sekolah.

Isi surat edaran tersebut  berkaitan dengan proses belajar dari rumah, antara lain : Pertama, Belajar dari rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun keluiusan; kedua, Belajar dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19; ketiga, Aktivitas dan tugas pembelajaran belajar dari rumah dapat bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/ fasilitas belajar di rumah; keempat Bukti atau produk aktivitas belajar dari rumah diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif.

Berdasarkan surat edaran tersebut diatas  terlihat jelas ada proses pembelajaran  yang bersifat pengembangan karakter siswa, namun kenyataannya pembelajaran daring yang di lakukan masing – masing sekolah hanya bersifat pengembangan kognitif siswa saja. Siswa hanya diberikan tugas-tugas serta guru menerangkan masing-masing mata pelajaran saja, tanpa bertanya apakah siswanya sudah mandi atau siswanya sudah berada di tempat yang cocok untuk belajar, padahal tugas seorang guru tidak hanya membangun kognitif siswanya tetapi juga harus dapat membangun dan menanamkan nilai, karakter kepribadian yang baik bagi para siswanya dan itu adalah bagian dari tugas utama seorang pendidik yang sesungguhnya.

Adanya perubahan metode pembelajaran pada masa pandemi yang dilakukan dirumah dengan metode daring, segogyanya dipahami oleh guru tidak hanya sekedar menyelesaikan kurikulum pembelajaran, pembelajaran  tidak hanya sekedar transfer knowledge dengan menyampaikan materi ataupun memberi tugas tetapi ada nilai atau karakter yang tetap harus ditanamkan dan dibangun pada siswa. Seorang guru harus tetap mengontrol perilaku  keseharian siswanya mulai dari jam bangun tidur pagi, perilaku mandi sebelum belajar, sarapan pagi, tidur siang, jam belajar malam, cara belajar atau perilaku siswa saat belajar (tiduran atau sambil mengerjakan tugas lain). Kegiatan pengontrolan memang tidak dapat dilakukan secara langsung oleh guru namun dapat dilakukan   melalui kolaborasi yang harmonis antara orang tua siswa dan guru. Dengan demikian dalam membangun perilaku karakter siswa dapat dilakukan secara langsung oleh  orang tua dan guru.  Guru bisa membuat Standart Operasional Prosedur  (SOP) pada awal pembelajaran atau SOP proses pembelajaran di mana orang tua bisa men ceklist hal-hal yang perlu dilakukan siswa sebelum siswa masuk pada google classrom atau program E-learning lainnya.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki generasi yang berkarakter kepribadian yang baik, tidak hanya cerdas di ilmu pengetahuan. Pandemi ini bukan menjadi halangan para guru untuk menciptakan generasi muda yang handal, berbudi luhur dan memiliki tata nilai serta karakter yang baik.

 

*Dosen PG PAUD FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya